KESEHATAN MASYARAKAT  

Posted by: SUMUT MERAH in

Direktur RS Pirngadi Ditahan

08:48 | Jum'at, 5 Juni 2009 Diduga Korupsi Rp2 Miliar, Pejabat Pemko Gempar

MEDAN-Mengejutkan. Tak pernah dikira sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi Medan (RSUPM), Dr dr Umar Zein ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Kamis (4/6) sekira pukul 18.40 WIB. Umar Zein diduga korupsi.

Selain menahan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan itu, Kejari Medan juga menahan Bendahara Keuangan Dinas Kesehatan Kota Medan, Rudi Sumarto.

Kedua pejabat di Dinas Kesehatan Medan ini sebelum ditahan penyidik, sempat diperiksa lebih kurang 9 jam di ruangan Pidsus Kejari Medan Lantai II. Sebelum dilakukan penahanan, kedua pejabat tersebut sudah dijadikan tersangka.

Umar Zein dan Rudi Sumarto ditahan atas dugaan korupsi dana sisa laporan penggunaan anggaran (silpa) 2007 sebesar Rp700 juta.

Kemudian dugaan penggelapan dana pajak penghasilan (PPh) sebesar Rp400 juta, dan dugaan korupsi pengadaan kapasitas alat kesehatan (Alkes) tahun 2008 sebesar Rp900 juta. Jadi total sementara dugaan kerugian negara sebesar Rp2 miliar. Total kerugian negara yang sebenarnya masih dihitung BPKP.

Sebelum dilakukan penahanan, Rudi Sumarto sempat beberapa kali memenuhi panggilan penyidik Pidsus Kajari Medan, terakhir Rudi diperiksa pada Kamis (4/6) mulai pukul 10.00 WIB.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh tim jaksa Kejari Medan yakni Iwan Ginting, Ahmad Hasibuan, Parada Situmorang, Oktario Hutapea, dan Herbet Hutapea. Sementara itu Ketua tim langsung dipimpin Kasi Pidus Kejari Medan Harli Siregar.

Sementara itu Umar Zein baru sekali dipanggil untuk memberikan keterangannya pada penyidik. Karena terpenuhi bukti unsur dugaan korupsi, Umar Zein langsung ditahan penyidikn

Kedua tersangka ini langsung diturunkan dan giring petugas penyidik dari lantai dua, menuju mobil dinas tahanan Pidsus Kejari Medan yang sejak awal dipersiapkan di depan gedung Kajari Medan, Jalan Adinegoro untuk diboyong ke Rutan Tanjunggusta.

Umar Zein yang mengenakan kemeja terang hanya terdiam saja dan tidak memberikan keterangan secara resmi kepada wartawan yang menunggunya di depan pintu gedung Kejari.

Kedua tersangka ini tidak sedikitpun memberikan keterangannya perihal penahanan itu.

Sementara itu Kasi Pidsus Kajari Medan yang juga Ketua Tim Penyidik, Harli Siregar SH yang ditanya wartawan belum mengetahui berapa pastinya kerugian negera, akibat perbuatan kedua tersangka. “Kita belum mengetahui berapa pastinya kerugian negara. Namun saat ini kita akan melakukan pemeriksaan dan pengecekan atas kerugian negara tersebut,’’ tukas Harli.

Dia juga membenarkan bahwa saat ini, Umar dan Rudi sedang ditahan di Rutan Tanjung Gusta. “Ya, sekarang mereka berdua sudah ditahan di Rutan Tanjung Gusta,” ungkapnya.

Tetangga Kaget Umar Zein Ditahan
Ditahannya Umar Zein, membuat suasana berbeda terlihat di kediamannya di Jalan Jermal III, Medan Denai. Jika biasanya rumah tersebut selalu ramai oleh tamu dan kerabat Umar Zein yang keluar masuk, Kamis malam (4/6) sekira pukul 20.00 Wib, rumah yang letaknya hanya 50 meter dari Jalan Panglima Denai, posisinya tepat berada diantara Jalan Jermal III dan Gg Taut itu, terlihat sepi.

Dua unit mobil, jenis Kijang kapsu dan Katana terparkir di pintu samping rumah yang menghadap ke Gg Taut. Sementara sebuah mobil sedan plat merah terparkir di teras rumah itu. Sementara itu suasana rumah terlihat remang dan dari dalam rumah tak terlihat sanak keluarga Umar Zein.

Dibanding dengan rumah lainnya di tempat itu, rumah yang didominasi warna hijau itu terbilang besar dan megah. Luas rumah itu lebih kurang 20 x 25 meter, halamannya rimbun, di sebelah kanan pintu utama rumah itu berdiri sebuah pondok yang menyerupai rumah adat Batak.

Di tempat inilah biasanya Umar Zein atau keluarganya berkumpul. Sementara di sebelah kanan gedung itu terdapat hamparan tanah kosong. Kondisi itu membuat kawasan it terlihat semakin sepi.

Mencari rumah kediaman dr Umar Zein ternyata tidaklah sulit. Sebab sosok Umar Zein ternyata cukup tersohor di tempat itu. Hampir setiap warga mulai dari mulut persimpangan hingga ke ujung jalan tersebut mengenal Umar Zein.

Bagi warga sekitar, sosok Umar Zein dikenal ramah dan mau bergaul. Sebab sampai kini Umar Zein kerap mengikuti berbagai kegiatan masyarakat di tempat itu mulai aktivitas masjid hingga kegiatan masyarakat lainnya. “Rumahnya yang besar itu bang, warnanya hijau itu rumah Pak Umar Zein,” ujar Br Silalahi saat awak koran ini menanyakan rumah tempat tinggal Umar Zein tersebut.

Menurutnya, selama ini sosok Umar Zein dikenal sebagai pria yang ramah. Meski ia termasuk orang terkaya di kawasan itu, namun Umar Zein tak pernah menutup diri dengan warga sekitar. “Namanya rumah orang kaya, ya kek gitulah, mana mungkin kita bisa masuk sembarangan, cuma kalau melintas dia pasti menegur,” ujarnya.

Ia sendiri mengaku tak tahu jika pria yang aktif di organisasi masyarakat itu ditahan karena terlibat dugaan korupsi. Sebab selama ini tak pernah ada kabar diperiksanya Umar Zein oleh penegak hukum. “Yang saya tahu memang banyak pejabat ditangkap. Namun saya nggak tahu jika Pak Umar juga ditangkap,” imbuhnya dengan nada seolah tak percaya.

Tak hanya orang dewasa, nama Umar Zein juga cukup populer di kalangan anak-anak. Arie (12) salah seorang penjual pulsa yang berada persis di depan rumah Umar Zein juga mengaku jika Umar Zein merupakan sosok yang ramah. “Bapak itu baik, itu rumahnya,” sebutnya.

Firman warga lainnya mengaku jika selama ini Umar Zein cukup aktif di berbagai kegiatan masyarakat di tempat itu. Bahkan setiap warga menggelar kegiatan Umar Zein dengan senang hati akan membantu menyumbang dana.

Namun, mengaku tak tahu jika selama ini Umar Zein diperiksa kejaksaan. Sebab media massa sendiri kata dia tak sekalipun memberitakan masalah itu. “Makanya kita nggak tahu jika beliau ditahan,” tandasnya.

Umar Zein adalah pejabat yang mempunyai titel paling banyak di Pemko. Selain gelar doktor dan dokter, ia juga mempunyai gelar SpPd, DTM&H, KPTi dan MHA.

Denda Miliaran Digelapkan
Penahanan Direktur RSU Pirngadi Medan, Dr dr Umar Zein yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan memang mengejutkan banyak pihak. Tapi yang lebih mengejutkan, ternyata banyak dugaan penyimpangan di Dinkes Medan selama Umar Zein menjadi kadisnya.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI 2008 adanya denda keterlambatan sebesar Rp501.408.479,50. Denda ini dikenakan akibat keterlambatan pelaksanaan pengerjaan dan adanya kekurangan fisik barang.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI 2008 menyebutkan, Pemerintah Kota Medan telah menganggarkan dana untuk Belanja Langsung pada Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2007 dengan anggaran sebesar Rp40.621.564.000 dan telah direalisasikan sebesar Rp20.688.177.802.

Dari realisasi belanja tersebut diantaranya sebesar Rp10.307.775.802,00 merupakan realisasi Belanja Modal pada program pengadaan sarana dan prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu/Klinik Bestari, program obat dan perbekalan kesehatan serta pengadaan barang alat tulis kantor dan cetakan, serta peningkatan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap/lanjutan.

Kemudian, belanja modal alat-alat kesehatan sebesar Rp4.196.145.552 terbagi dalam empat paket. Dari pelaksanaan ini terdapat kekurangan fisik barang sebesar Rp1.026.819.940 dan terjadi keterlambatan penyerahan barang, sehingga harus dikenakan denda keterlambatan maksimum sebesar 5 persen yaitu sebesar Rp209.807.277. Pengerjaannya dilakukan oleh PT Mega Kasih, CV Mutiara Insani, PT Permata Muda dan PT Avecena Sejati. (rud/sya/ril)

diposting dari Sumut Pos, 5 Juni 2009

This entry was posted on 08.15 and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 komentar

Posting Komentar