Rabu, 29 Juli 2009 l 21.00 WIB
Berdikari Online, P. Siantar : 500-an orang siswa SMAN 4 Pematang Siantar dan aktivis Sukarelawan Perjuangan Rakyat untuk Pembebasan Tanah Air (SPARTAN), hari ini (29/07), melakukan aksi penjemputan teman-temannya di sekolah yang baru. Aksi ini berakhir ricuh karena dihadang oleh ratusan Satpol PP. Satpol PP membubarkan para siswa secara brutal. Akhirnya, 1 orang siswa, Robert, dilarikan ke rumah sakit.
Rencananya, para siswa tersebut akan menjemput sebagian teman-teman mereka yang sudah lebih dulu direlokasi ke tempat belajar yang baru. Para siswa tetap bersikukuh untuk bertahan di sekolah yang lama (baca, sekolah ruilslag), meskipun harus beralaskan tikar.
Sementara itu, Jakfar, salah seorang aktivis yang bersolidaritas, mengatakan, bahwa pihak Gubernur sebetulnya sudah melakukan investigasi terhadap persoalan ini. "Mestinya, para siswa tetap diijinkan belajar di sekolah yang lama sambil menunggu hasil investigasi pihak Gubsu", lanjutnya.
Selain itu, Jakfar juga menilai bahwa tindakan brutal ini merupakan ekspresi dari Pemko Pematang Siantar yang anti terhadap kemajuan pendidikan. Selain itu, dia juga menilai bahwa Pemko telah melanggar hak-hak siswa untuk mendapatkan pengajaran yang layak.
ULFA ILYAS
This entry was posted
on 05.00
and is filed under
Berita
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.