Rabu, 29 Juli 2009 l 20. 50 WIB
Berdikari Online, Surabaya : Puluhan orang yang tergabung dalam Masyarakat Peduli demokrasi (MPD) melakukan aksi teatrikal di depan Gedung Grahadi, Surabaya, kemarin, selasa (28/07).
Dalam aksinya, massa mengecat badannya mirip dengan personel Kuburan Band. Selain itu, mereka juga membawa keranda mayat yang menyimbolkan matinya proses demokrasi di Indonesia.
Menurut Hermawan, koordinator aksi, bahwa aksi ini digelar untuk memprotes hasil pilpres yang penuh dengan rekayasa dan kecurangan. Buktinya, kata dia, beberapa keputusan lembaga negara, seperti MA, MK, dan KPU saling bertabrakan. Hal ini menunjukkan bahwa proses Pemilu 2009 berjalan secara tidak demokratis.
Selain itu, mereka menilai bahwa pelaksanaan pilpres curang merupakan ancaman nyata terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia. apalagi, jika Presiden dan Legislator yang terpilih dari pemilu curang ini dipaksakan untuk disahkan oleh KPU. “Pilpres curang pasti menghasilkan pemimpin dan legislator yang busuk dan tidak legitimate,” katanya.
This entry was posted
on 04.50
and is filed under
Berita
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.