Selasa, 28 Juli 2009 l 23.23 WIB
Berdikari Online, Medan: Ratusan orang siswa, guru SMAN 4 Siantar dan aktivis Sukarelawan Perjuangan Rakyat untuk pembebasan Tanah Air (SPARTAN), kembali mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara, kemaren, Senin (27/07).
Dalam aksinya, mereka menuntut agar kasus Ruilslag SMAN 4 Siantar segera dibatalkan dan normalisasi proses belajar mengajar di SMAN 4, serta meminta pencopotan terhadap Walikota Siantar, RE Siahaaan.
Menurut Barluhupan Banjarnaur, humas aksi, mengatakan bahwa SMAN 4 tidak layak untuk di ruilslag karena tidak ada syarat-syarat yang memenuhinya. Selain itu, mereka juga sangat menyesalkan kepada Walikota Siantar karena lebih mengutamakan kepentingan pihak investor daripada masalah pendidikan bagi warganya, Lanjutnya.
“ini benar-benar mencoreng sistem pendidikan di Siantar,” ungkapnya.
Setelah berorasi dan meneriakkan yel-yel secara bergantian, beberapa perwakilan diterima oleh pihak Gubernur. Dalam dialog tersebut, pihak gubernur akan segera membuat tim investigasi mengenai ruilslag SMAN 4, dan akan segera turun ke Siantar untuk melihat apakah layak atau tidak SMAN 4 di ruilslag.
This entry was posted
on 05.40
and is filed under
Berita
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.